Semua materi pelatihan walaupun didasari teori yang kuat, tetap dikemas dalam format praktis yang langsung bisa dipraktekkan dalam kehidupan sehari-hari. Materi tersebut adalah sebagi berikut :
1. Marketing Background & Competitive Frame
Agar bisa merumuskan strategi komunikasi pemasaran yang akurat, harus dimulai dengan latihan memahami situasi pasarnya. Termasuk di sini adalah ’mengintip’ tingkah laku para kompetitor. Dengan demikian peserta pelatihan bisa tahu, produk/brandnya ada dalam situasi dan kondisi seperti apa. Ibarat orang mau berperang, peta peperangannya sudah dikuasai terlebih dahulu.
2. Problem & Communications Objective
Bila memiliki keterampilan praktis dalam memahami point 1, peserta pelatihan bisa memahami problem apa yang dihadapi. Dengan demikian bisa dirumuskan tujuan apa yang harus diraih untuk memenangkan pemasaran. Point 2 ini sangat krusial, karena cukup banyak orang melakukan aktivitas komunikasi pemasaran, tanpa tahu tujuannya apa, dan untuk menjawab masalah apa.
3. Target Audience & Consumers Insight
Dalam melakukan komunikasi pemasaran, sering kali orang tidak membedakan antara target market dengan target audience. Hal ini membuat komunikasi tidak fokus pada masalah dan solusinya. Oleh sebab itu, memetakan target audience menjadi hal yang sangat penting. Materi ini masih perlu dilanjutkan dengan latihan menggali insight (alasan untuk bersikap/bertindak). Bila kita sudah ’memegang’ insight dari para target audeince, kita bisa mengendalikan dan mengarahkan sikap/tindakan mereka, melalui komunikasi yang strategis.
4. Proposition & Message
Kesalahan dalam meramu pesan bisa berakibat fatal dalam melakukan komunikasi pemasaran! Analoginya begini: Diandaikan ada pria mau mendekati perempuan yang mendambakan (insight) kekasih bersahaja dan apa adanya. Tapi pria itu melakukan komunikasi pemasaran (dirinya) dengan membawakan coklat dan bunga. Bisa jadi perempuan itu berpikir: ”Halah... sok romantis dan kuno! Cowok gombal nih...”. Coklat dan bunga diartikan kiriman pesan ”Aku cowok romantis dan kuno”. Oleh sebab itu, sangatlah penting latihan meramu pesan yang relevan dengan insight, serta bagaimana menyampaikan pesan tersebut kepada target audience kita.
5. Point of Contact & Media/activation
Menyambung point 4, pada bagian ini adalah latihan meramu piranti untuk mengirimkan pesan. Pesan tidak harus dikirim melalui iklan (yang mahal) bila kita punya ketrampilan membedah point of contact para target audience kita. Banyak cara untuk berkomunikasi. Tidak harus dengan iklan. Harley Davidson tidak beriklan, tapi hubungan brand-nya dengan target audience-nya tetap harmonis bukan...?
|