 |
|
|
| |
Tempat :
Hotel Santika, Jakarta
|
|
|
| |
Tanggal :
10 - 11 November 2010
|
|
|
| |
Instruktur :
Djito Karsilo
|
|
|
| |
Biaya Investasi :
Rp. 3.500.000,-/peserta
|
|
|
| |
Pembayaran melalui :
Bank Mandiri
Cab. Warung Buncit, Jakarta
AC. 127.0001044377 a/n.
PT. INTIPESAN KONSULINDO |
|
|
|
|
| |
|
|
|
|
|
 |
KOMUNIKASI PEMASARAN TERPADU
|
Latar Belakang
Kondisi marketing yang sehat adalah terjalinnnya hubungan harmonis antara produk/brand dengan target audience (konsumen). Artinya, ketika seorang (calon) pembeli merasa akrab dengan suatu produk/brand, hanya butuh satu ‘sentilan kecil’ agar terjadi peristiwa pembelian. Menciptakan hubungan harmonis/akrab antara produk/brand dengan (calon) konsumen ini, sering jadi masalah utama bagi para marketing dan sales officer maupun para brand manager di Indonesia.
Fenomena yg sering terjadi di Indonesia adalah, marketing dan sales officer maupun brand manager mendapat limpahan wewenang untuk memasarkan suatu produk/brand, tanpa tahu konsep dasar lahirnya produk tersebut. Akhirnya, produk tersebut sekedar dilempar ke pasar tanpa strategi yang jelas. Akibatnya, ketika pasar ’ogah-ogahan’ untuk menerima produk/brand tersebut, marketing dan sales officer maupun brand manager tersebut kesulitan mencari jalan keluarnya. Menemukan masalah marketing/sales saja kesulitan, apa lagi menemukan jalan keluarnya. Hal inilah yang sering terjadi.
Masalahnya akan lebih mudah diatasi bila para marketing officer maupun brand manager mampu menciptakan hubungan harmonis/akrab, antara produk/brand yang dipegangnya dengan (calon) konsumennya. Kuncinya adalah dalam kelancaran komunikasi antara produsen dan konsumen. Ini bukanlah hal rumit untuk dipelajari secara praktis.
Dengan memahami ’ada apa’ antara produk/brand dengan (calon) konsumennya, akan mempermudah terjadinya peristiwa marketing maupun sales. Paling tidak, kita tahu suatu produk/brand harus ’dibunuh’ atau dikembangkan. Bila harus dikembangkan, dengan cara seperti apa ?
Kita tidak harus beriklan. Tapi berkomunikasi dengan pasar, hukumnya wajib! Dan itu tidak harus dengan iklan. Oleh sebab itu, di jaman yang semakin ’riuh’ ini, marketing dan sales officer maupun brand manager akan sangat terbantu, bila memiliki keterampilan komunikasi pemasaran praktis. |
Sistem Penyelenggaraan Pelatihan
Pelatihan dilakukan dalam waktu 2 hari. Pada hari pertama berisi penyajian materi oleh instruktur dan latihan-latihan kecil.
Pada hari ke dua berisi pelatihan paktis dengan kasus nyata. Sehingga pada akhir pelatihan, semua peserta memiliki pengalaman mempraktekkan strategi komunikasi pemasaran dalam mengatasi masalah marketing.
|
MATERI PELATIHAN
Semua materi pelatihan walaupun didasari teori yang kuat, tetap dikemas dalam format praktis yang langsung bisa dipraktekkan dalam kehidupan sehari-hari. Materi tersebut adalah sebagi berikut :
|
1. Marketing Background & Competitive Frame
Agar bisa merumuskan strategi komunikasi pemasaran yang akurat, harus dimulai dengan latihan memahami situasi pasarnya. Termasuk di sini adalah ’mengintip’ tingkah laku para kompetitor. Dengan demikian peserta pelatihan bisa tahu, produk/brandnya ada dalam situasi dan kondisi seperti apa. Ibarat orang mau berperang, peta peperangannya sudah dikuasai terlebih dahulu.
|
2. Problem & Communications Objective
Bila memiliki keterampilan praktis dalam memahami point 1, peserta pelatihan bisa memahami problem apa yang dihadapi. Dengan demikian bisa dirumuskan tujuan apa yang harus diraih untuk memenangkan pemasaran. Point 2 ini sangat krusial, karena cukup banyak orang melakukan aktivitas komunikasi pemasaran, tanpa tahu tujuannya apa, dan untuk menjawab masalah apa. |
3. Target Audience & Consumers Insight
Dalam melakukan komunikasi pemasaran, sering kali orang tidak membedakan antara target market dengan target audience. Hal ini membuat komunikasi tidak fokus pada masalah dan solusinya. Oleh sebab itu, memetakan target audience menjadi hal yang sangat penting. Materi ini masih perlu dilanjutkan dengan latihan menggali insight (alasan untuk bersikap/bertindak). Bila kita sudah ’memegang’ insight dari para target audeince, kita bisa mengendalikan dan mengarahkan sikap/tindakan mereka, melalui komunikasi yang strategis. |
4. Proposition & Message
Kesalahan dalam meramu pesan bisa berakibat fatal dalam melakukan komunikasi pemasaran! Analoginya begini: Diandaikan ada pria mau mendekati perempuan yang mendambakan (insight) kekasih bersahaja dan apa adanya. Tapi pria itu melakukan komunikasi pemasaran (dirinya) dengan membawakan coklat dan bunga. Bisa jadi perempuan itu berpikir: ”Halah... sok romantis dan kuno! Cowok gombal nih...”. Coklat dan bunga diartikan kiriman pesan ”Aku cowok romantis dan kuno”. Oleh sebab itu, sangatlah penting latihan meramu pesan yang relevan dengan insight, serta bagaimana menyampaikan pesan tersebut kepada target audience kita. |
5. Point of Contact & Media/activation
Menyambung point 4, pada bagian ini adalah latihan meramu piranti untuk mengirimkan pesan. Pesan tidak harus dikirim melalui iklan (yang mahal) bila kita punya ketrampilan membedah point of contact para target audience kita. Banyak cara untuk berkomunikasi. Tidak harus dengan iklan. Harley Davidson tidak beriklan, tapi hubungan brand-nya dengan target audience-nya tetap harmonis bukan...? |
Pendaftran Paling Lambat 20 Oktober 2010
|
|
|
|